Tempe dan Khasiatnya Untuk Kesehatan Tubuh

Foto: Wikipedia

Wisdom News – Halo sobat wisdom! Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang sudah dikenal sejak berabadabad yang lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Selanjutnya teknik pembuatan tempe menyebar keseluruh Indonesia sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi keseluruh penjuru Nusantara. Sebagai makanan tradisional, tempe memberikan kontribusi yang besar terhadap produsen dan konsumen berpenghasilan rendah dan secara konsisten membantu kehidupan mereka, karena: tempe tersedia setiap saat untuk kebutuhan sehari- hari, teknik pembuatannya sederhana, murah, distribusi pemasaran luas, dan sebagai sumber penghasilan.

Harga tempe yang relatif murah, rasanya yang enak, kandungan gizinya yang tinggi, potensi medis yang dimilikinya, dan bisa diolah menjadi berbagai bahan makanan, telah menjadikan tempe semakin populer di masyarakat Indonesia. Para ilmuwan dari berbagai negara terutama Jepang, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat telah banyak melakukan penelitian mengenai tempe, baik ditinjau dari segi gizi, proses pembuatan, maupun aspek medisnya. Beberapa hasil penelitian mereka semakin memperkukuh kedudukan tempe sebagai bahan makanan masa depan yang prospektif.

Tempe merupakan produk olahan kedelai yang terbentuk atas jasa kapang jenis Rhizopus Sp, terutama dari spesies R. oligosporus, melalui proses fermentasi. Banyak perubahan yang terjadi selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe, baik perubahan fisik, biokimia, maupun mikrobiologi, yang semuanya sangat menguntungkan terhadap sumbangan gizi dan kesehatan.

Makanan yang difermentasi mengandung probiotik. Probiotik menguntungkan, karena dapat memberikan manfaat kesehatan saat dimakan terutama untuk kesehatan pencernaan.

Studi telah menemukan bahwa probiotik meningkatkan pembentukan asam lemak rantai pendek di usus besar. Ini merupakan sumber energi utama untuk sel-sel yang melapisi usus besar.

Meskipun penelitian telah memberikan hasil yang beragam, beberapa telah mengaitkan asupan prebiotik dengan peningkatan frekuensi tinja serta mengurangi peradangan saluran cerna.

empe sudah lama diakui sebagai makanan dengan nilai kandungan gizi yang tinggi. Sejumlah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1940-an sampai dengan 1960-an, diperoleh hasil bahwa tempe mengandung elemen yang berguna bagi tubuh, yaitu asam lemak, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Proses fermentasi pada tempe meningkatkan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Asam lemak tidak jenuh ini mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolestrol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh. Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1, B2, asam pantotenat, asam nikotinat, vitamin B6, dan B12.

Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inostol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh. Didalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.

Tempe mengandung protein yang tinggi sehingga anda akan merasa kenyang lebih lama. Satu cangkir (166 gram) tempe menyediakan 31 gram protein. Dengan harga yang relatif lebih murah dan terjangkau, anda dapat memperoleh protein yang sama baiknya sebagai pengganti protein hewani. Selain itu, makanan ini juga cocok sebagai salah satu sumber protein bagi vegetarian. Makanan tinggi protein juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Hal ini karena konsumsi sumber protein akan memberikan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar.

 

Satu studi menemukan bahwa camilan kedelai berprotein tinggi juga meningkatkan rasa kenyang dan membuat kualitas diet lebih baik. Ini dibandingkan dengan camilan tinggi lemak.

Sebagian besar sumber zat besi ditemukan pada daging hewan dan produk unggas, seperti daging sapi, kambing, ayam, bebek, burung kalkun dan telur. Oleh sebab it, pada vegetarian atau orang yang tidak mengkonsumsi daging dengan alasan tertentu sangat dikhawatirkan terjadi anemia defisiensi zat besi. Para vegetarian boleh cukup merasa lega, sebab untuk memenuhi asupan zat besi harian, selain dapat melalui suplementasi zat besi, bisa dengan konsumsi kacang kedelai. Kacang kedelai yang terdapat pada tahu dan tempe mengandung zat besi dalam jumlah cukup tinggi.

Tempe juga bisa digunakan sebagai sumber kalsium non-susu — yang membantu mendukung kesehatan tulang — dan magnesium — yang merupakan nutrisi yang dapat membantu meringankan gejala depresi.

Namun, perlu diperhatikan bahwa Kalori tempe goreng lebih tinggi daripada tempe yang dikukus, direbus, atau ditumis. Meskipun tempe memiliki kandungan nutrisi yang baik, mengonsumsi tempe goreng dalam jumlah banyak dapat berdampak negatif terhadap kesehatan. Tempe sudah lama dikenal sebagai sumber protein yang murah dan mudah ditemukan. Ada banyak cara mengolah tempe dan salah satunya adalah digoreng. Gorengan tempe bahkan termasuk salah satu jajanan yang sangat umum dikonsumsi di Indonesia. Meski demikian, menggoreng tempe dapat membuat makanan sehat ini mendapat tambahan kalori dan lemak yang lebih banyak, sehingga tidak selalu baik untuk kesehatan. Selain itu, tempe juga mengandung beragam nutrisi lain, seperti vitamin B, folat, zinc, tembaga, dan mangan. Tempe juga mengandung lemak sehat, yaitu lemak tak jenuh tunggal. Jenis lemak ini diketahui baik untuk mengontrol kolesterol serta memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Tempe umumnya memiliki tekstur yang lebih padat daripada produk kedelai lainnya, seperti tahu. Oleh karena itu, tempe dapat memberikan lebih banyak protein. Misalnya, jika di dalam 100 gram tahu mengandung 7 gram protein, kandungan protein di dalam tempe bisa mencapai tiga kali lipatnya dengan porsi yang sama.

Agar manfaat dan kandungan nutrisi tempe bisa Anda peroleh dengan optimal, sebaiknya olah tempe dengan cara ditumis, dikukus, direbus, atau dipanggang. Anda juga bisa berkreasi dengan menambah tempe ke dalam sup, pepes, atau salad.

 

Jika Anda tetap ingin membuat tempe goreng, gunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak kelapa, minyak zaitun, atau minyak kanola. Anda juga tidak perlu menggunakan minyak terlalu banyak agar tempe tidak banyak menyerap lemak jenuh.

Saat mengolah tempe, ingat juga untuk tidak terlalu banyak menambahkan garam atau perasa buatan yang banyak mengandung natirum, misalnya MSG. Hal ini dikarenakan asupan garam atau natrium berlebih bisa meningkatkan tekanan darah Anda dan membuat Anda berisiko terkena hipertensi.

Secara umum, tempe merupakan salah satu makanan sehat yang umum dikonsumsi. Namun, karena terbuat dari kacang kedelai, makanan ini tidak cocok dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat alergi kedelai.

POSTINGAN LAINNYA

Leave a Comment