Manfaat Limbah Kulit Durian Yang Jarang Diketahui

Wisdom News – Adanya limbah

Foto: greeners.co

Wisdom News – Adanya limbah di lingkungan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, munculnya penyakit, dan menurunkan nilai estetika/keindahan dalam suatu wilayah. Limbah kulit durian yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik karena karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Buah durian yang berasal dari pohon durian (Durio zibethinus Murr) yang banyak tumbuh di hutan maupun di kebun milik penduduk. Ciri buahnya, bentuknya besar bulat/oval dengan aroma rasa, baunya khas dan menjadi buah primadona yang banyak disukai masyarakat Indonesia.

Kulit buah yang keras dan tebal yang mencapai hampir seperempat bagian dari buahnya tersebut merupakan bagian yang dibuang begitu saja sampai akhirnya menjadi busuk. Apabila dilihat dari karakteristik bentuk dan sifat-sifat kulitnya, sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk bahan campuran papan partikel, papan semen, arang briket, arang aktif, filler, campuran untuk bahan baku obat nyamuk dan lain-lain. Selama ini masyarakat yang tinggal di perkotaan hanya mengonsumsi daging buah dan bijinya untuk dibuat berbagai macam panganan, misalnya dodol/lempok, campuran kolak, selai, bahan campuran untuk kue, tempoyak (daging buah durian yang di-awetkan) dan lain-lain.

Sedangkan kulit durian tersebut hanya menghiasi lingkungan kita sebagai setumpuk sampah yang menghasilkan bau busuk dan mendatangkan banyak kuman, serangga, lalat, dan nyamuk yang tentunya akan berujung pada timbulnya sarang dan sumber penyakit. Selain itu, tumpukan kulit durian yang sulit terdegradasi tersebut akan membuat pemandangan yang tidak sedap untuk mata kita. Banyak masyarakat yang belum tahu akan manfaat dari limbah durian. Hingga dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, dapat ditarik rumusan masalah bagaimana memanfaatkan limbah kulit durian yang menumpuk pada saat musim panen buah durian sehingga tidak berpotensi menjadi bahan pencemar lingkungan, dan bahkan dapat membantu perekonomian masyarakat?

Menurut Prabowo (2009), dengan melihat pada struktur dan karakteristik dari kulit durian tersebut, sebenarnya dimungkinkan untuk memanfaatkan limbah kulit durian tersebut sebagai produk bioenergi berupa briket. Yang tentunya dengan adanya pemanfaatan dan pengoptimalan produksi briket akan membawa dampak positif lainnya berupa peningkatan perekonomian masyarakat. Briket adalah gumpalan yang terbuat dari bahan lunak yang dikeraskan. Sedangkan briket kulit durian adalah gumpalan-gumpalan atau batangan-batangan arang yang terbuat dari arang kulit durian. Berdasarkan beberapa data tentang produk konversi minyak seharusnya pemerintah bisa membuat kebijakan untuk lebih mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah kulit durian sebagai produk briket kulit durian yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai produk biogas sebagai substitusi minyak tanah, tentunya dengan metode tersebut masalah pencemaran lingkungan limbah kulit durian juga akan teratasi dengan baik, dengan efektif dan efisien, disamping itu dengan adanya usaha pemanfaatan pengolahan kulit durian sebagai produk briket bernilai ekonomis akan meningkatkan perekonomian masyarakat pedagang durian.

Menurut Muawanah dkk. (2019), Limbah dari kulit durian juga bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri pada sabun transparan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ekstrak kulit durian diketahui memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan anti bakteri pada sabun transparan. Hal ini jika dilihat dari bidang kesehatan kulit durian juga memiliki manfaat kesehatan yang baik bagi tubuh. Menurut Harahap dkk. (2019), limbah kulit durian juga bisa dimanfaatkan sebagai biopestisida alami. Hasil penelitian menunjukkan biopestisida alami berbahan limbah kulit durian dengan dosis 50% mempunyai aktivitas yang paling efektif membunuh hama kutu daun persik secara in vitro maupun pada pertumbuhan tanaman cabai secara in vivo. Ekstrak kulit durian mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin. Triterpenoid terdapat pada kulit durian. Bahkan, hal ini diperkuat dengan pendapat Rosmawati (2016), bahwasanya limbah durian sangat bagus untuk diaplikasikan pula di bidang pertanian. Guna dapat membunuh atau mengendalikan hama di lahan pertanian yang berperan sebagai pestisida nabati.

Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwasanya limbah dari kulit durian dapa dimanfaatkan menjadi bahan olahan yang bernilai ekonomis dan aman bagi lingkungan. Di antaranya dapat diolah menjadi pestisida nabati, briket, sabun transparan, dll.

POSTINGAN LAINNYA

Leave a Comment